Apa Itu Cybersickness dan Virtual Reality Sickness – Apakah anda pernah tiba-tiba merasa mual dan pusing ketika berada di depan layar komputer?
Hal tersebut kemungkinan besar, anda mengalami cybersickness. Kondisi ini merupakan gejala yang disebabkan karena terlalu lama melihat layar gadget.
Bukan hanya komputer atau laptop, tapi ponsel dan tablet juga bisa menyebabkan cybersickness.
Menatap kacamata VR juga akan menyebabkan efek pusing dan mual.
Cybersickness adalah sebuah gangguan yang terjadi karena paparan lingkungan Extended Reality (XR), Augmented Reality (AR), dan Virtual Reality (VR) yang imersif.
Hal ini dapat dikatakan sebagai penyakit dunia virtual yang biasanya hanya mencakup sakit kepala ringan.
Akan tetapi, jika tidak ditindaklanjuti, efek samping ini akan semakin parah seperti berubahnya koordinasi tangan dan mata, dan penyakit yang lainnya.
Sedangkan, VR sickness merupakan gejala yang akan dirasakan setelah menggunakan Virtual Reality dengan pengalaman scrolling layar yang cepat hampir sama.
Maka dari itu, istilah VR sickness dan cybersickness biasanya digunakan secara bergantian.
Selain itu, ketika anda menggunakan perangkat VR, baik itu dalam keadaan duduk atau bergerak, penggunanya bisa merasakan bingung atau mabuk setelahnya.
Hal tersebut disebabkan oleh perasaan gerak yang ditangkap otak, padahal badan tetap diam.
Sehingga, pikiran dan tubuh menjadi tidak terkait dan membuat bingung bahkan rasa mabuk. Rasa mabuk tersebut tentu saja akan membuat sakit kepala lho!
Gejala yang biasanya dirasakan adalah mual. Perasaan mual merupakan gejala awal dari gangguan kesehatan ini.
Rasa mual juga bisa terasa lebih buruk apabila perut anda terisi penuh atau sedang tidak enak badan.
Selain itu, melihat layar dalam waktu yang lama juga akan menyebabkan kepala menjadi pusing. Hal ini juga merupakan gejala yang serinmg dialami.
Anda akan sulit untuk berkonsentrasi kembali. Perasaan seperti ruangan berputar tentu akan mengganggu fokusmu.
Ketegangan mata umumnya akan dirasakan dan menyebabkan mata kering, iritasi atau pandangan berbayang.
Apalagi, jika anda terlalu lama menatap layar, maka anda akan merasakan sakit kepala, pegal di area bahu dan leher.
Gejala lain yang mungkin akan dirasakan adalah rasa kantuk dan keringat yang berlebih.
Perangkat VR tentu tidak berbahaya untuk digunakan, tapi jangan berlebihan ya!
3D Direktori Interaktif: Manfaat dan Penerapannya - Direktori interaktif 3D adalah sistem navigasi digital yang…
Virtual Reality dan Game Online: Dunia Baru yang Memikat Generasi Z - Di era digital…
Hyundai Mobis Hadirkan Holographic di CES 2025 - Teknologi terus berkembang, menghadirkan inovasi yang mengubah…
MouseGoggles: Teknologi VR untuk Tikus - Teknologi modern terus memberikan kontribusi besar dalam dunia penelitian…
Virtual Reality dalam Pendidikan Dokter - Dalam era digital yang terus berkembang, teknologi telah menjadi…
Project Moohan: Headset XR Terbaru Samsung - Dalam era teknologi yang terus berkembang, inovasi di…